Apa Saja Bahaya Atau Komplikasi Penyakit Sifilis Yang Potensial?

Bahaya penyakit sifilis tanpa perawatan dapat menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh. Penyakit sifilis juga dapat meningkatkan risiko infeksi HIV dan bagi wanita dapat menyebabkan masalah selama kehamilan. Perawatan dapat membantu mencegah kerusakan akan tetapi tidak dapat memperbaiki atau membalikkan kerusakan yang sudah terjadi.

Penyakit sifilis yang tidak segera ditangani dapat menyebar ke seluruh tubuh dan dapat menyebabkan bahaya atau komplikasi dengan berbagai sistem organ. Beberapa bahaya atau komplikasi yang diketahui lebih baik dari penyakit sifilis lanjut termasuk kebutaan, demensia, aneurisma aorta, tuli, stroke dan komplikasi lain yang berkaitan dengan penyebaran infeksi ke otak. Penyakit sifilis tahap lanjut dapat menyebabkan bahaya atau komplikasi yang fatal.

>>>bahaya penyakit sifilis <<< [klik disini Untuk Konsultasi]
Komplikasi Yang Terkait Dengan Penyakit Sifilis
  1. Ibu hamil dan bayi baru lahir

    Pada ibu hamil dan pada bayi yang baru lahir terinfeksi penyakit sifilis berisiko mengalami keguguran atau kelahiran prematur. Ada juga risiko seorang ibu dengan penyakit sifilis akan meneruskan penyakit kejaninnya. Atau biasa disebut sebagai sifilis kongenital. Penyakit sifilis kongenital dapat mengancam jiwa. Bayi yang lahir dengan sifilis kongenital juga dapat memiliki kondisi seperti:

    • Kelainan bentuk
    • Keterlambatan perkembangan
    • Kejang
    • Ruam
    • Demam atau menggigil
    • Hati yang membengkak atau limpa
    • Anemia
    • Penyakit kuning
    • Luka infeksi

    Jika bayi memiliki sifilis kongenital dan tidak terdeteksi maka bayi dapat mengalami sifilis tahap lanjut dan dapat menyebabkan kerusakan pada:

    • Tulang
    • Gigi
    • Mata
    • Telinga
    • Otak

  2. HIV

    Setiap orang dengan penyakit sifilis memiliki kesempatan yang jauh lebih besar untuk tertular HIV. Luka yang disebabkan penyakit memudahkan HIV memasuki tubuh. Mereka yang menderita HIV kemungkinan mengalami gejala sifilis yang berbeda dibanding dengan yang tidak terinfeksi HIV. Konsultasikan dengan dokter mengenai cara mengenali gejala sifilis.

>>>butuh penjelasan lebih lanjut<<< [klik disini untuk konsultasi dengan dokter]

Faktor Risiko Penyakit Sifilis

Orang yang aktif secara seksual akan berisiko terkena penyakit sifilis, yang paling berisiko termasuk:

  • Mereka yang melakukan hubungan seks tanpa pengaman atau pelindung
  • Pria yang berhubungan seks dengan pria
  • Mereka dengan HIV
  • Orang dengan banyak pasangan seksual

Lesi sifilis juga meningktkan risiko tertular HIV. Peningkatan terjadi jika:

  • Terlibat dalam seks yang tidak aman
  • Melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan
  • Pria yang berhubungan seks dengan pria
  • Terinfeksi HIV atau virus yang menyebabkan AIDS


>>>butuh bantuan chat online<<< [klik disini untuk konsultasi dengan dokter]

Segera Konsultasikan Pada Klinik Utama Sentosa

Klinik Utama Sentosa adalah klinik spesialis penyakit kelamin yang memiliki peralatan atau alat-alat medis yang sudah modern dan canggih dan bertaraf nasional. Dan ditangani oleh para dokter yang sudah ahli didalam bidangnya, selain itu biaya perawatan yang sangat terjangkau. Lokasi klinik yang sangat strategis yang berada di Jakarta Indonesia. Sangat mengutamakan kepuasan dan kesembuhan setiap pasiennya dengan memprioritaskan pasiennya nomor 1 dalam setiap pelayanannya.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit menular seksual (PMS) lainnya segera hubungi hotline kami di nomor 0813 6262 1616.

Klinik Utama Sentosa adalah salah satu klinik spesialis penyakit kelamin yang berada di Jakarta, Indonesia. Menangani setiap permasalahan penyakit kelamin seperti penyakit menular seksual (PMS), infeksi menular seksual (IMS), Andrologi dan Ginekologi. Didukung oleh dokter ahli dan peralatan medis yang modern guna membantu proses perawatan penyakit kelamin .

RESERVASI ONLINE






Jl.Raya boulevard timur blok ND1 No 53 kelapa gading,Jakarta utara
Telepon : 081362621616
Jam Buka : Senin - Minggu
Pukul : 09:00 s/d 21:00 WIB
copyright © 2016 Klinik Sentosa all right reserved