Apa Yang Menjadi Gejala Erosi Serviks (Leher Rahim)?

Gejala erosi serviks (leher rahim) dari beberapa wanita kemungkinan mengalami perdarahan ringan yang bukan bagian dari menstruasi seperti perdarahan setelah hubungan seksual. Perdarahan setelah pemeriksaan panggul (pelvic) ketika spekulum serviks (leher rahim) dimasukkan kedalam alat kelamin wanita atau selama pemeriksaan bimanual kemungkinan akan terjadi.

Karena jaringan kolumnar yang terbuka memiliki pembuluh darah yang rapuh dan mudah berdarah ketika bahkan disentuh sangat ringan. Beberapa wanita dengan erosi serviks (leher rahim) juga akan mengalami keputihan yang jernih atau kekuningan yang tidak memiliki bau. Pembuangan seperti ini menyerupai nanah yang mengindikasikan infeksi. Gejala-gejalanya seperti perdarahan postcoital seperti servicitis, kanker serviks (leher rahim) atau polip serviks (leher rahim). Sangat penting melakukan konsultasi dengan dokter untuk melihat perdarahan atau pelepasan yang abnormal.

>>>gejala erosi serviks <<< [klik disini Untuk Konsultasi]
Gejala Erosi Serviks (Leher Rahim)

Seringkali tidak ada gejala untuk erosi serviks (leher rahim) dan hanya terlihat selama pemeriksaan pap smear serviks (leher rahim). Gejala yang bisa terjadi antara lain:

  • Alat kelamin wanita discharge atau dengan sel-sel lendir lebih terbuka didalam alat kelamin wanita, lebih banyak lendir yang dapat menyebabkan keluarnya cairan.

  • Perdarahan postcoital atau sel-sel penghasil lendir tidak baik dalam menahan kerusakan dan kemungkinan menyebabkan perdarahan setelah hubungan seksual. Perdarahan setelah hubungan seksual berpotensi menjadi tanda kanker serviks (leher rahim) dan jika terjadi maka harus segera melakukan konsultasi dan pemeriksaan awal dengan dokter.

Pada kebanyakan wanita remaja terutama jika menggunakan pil kontrasepsi oral kombinasi akan mengalami erosi serviks (leher rahim). Sebagian besar wanita dengan erosi serviks (leher rahim) tidak menunjukkan adanya gejala. Erosi serviks (leher rahim) dilihat dari pemeriksaan panggul (pelvic) secara rutin.

Oleh karena itu, banyak wanita dengan gejala termasuk keputihan tanpa adanya infeksi akan mengalami erosi serviks (leher rahim). Gejala lain yang terkadang disebabkan oleh erosi serviks (leher rahim) adalah perdarahan setelah hubungan seksual atau perdarahan postcoital. Perawatannya dengan menghancurkan permukaannya maka akan mengurangi atau meringankan gejala. Perdarahan pada awal kehamilan dapat dikaitkan dengan erosi serviks (leher rahim).

>>>untuk lebih jelas? <<< [klik disini]
Tanda Dan Gejala Erosi Serviks (Leher Rahim)

Sebagian besar wanita dengan erosi serviks (leher rahim) tidak memiliki gejala apapun. Akan tetapi wanita dengan area erosi yang luas dapat menderita, seperti:

  • Peningkatan Discharge Alat Kelamin Wanita

    Keputihan yang biasanya berlebihan, jernih atau berawan dan licin saat disentuh. Jika infeksinya terjadi, kemungkinan ada sel-sel nanah yang membuat debit muco purulen. Infeksi juga bisa menyebabkan cairan pada alat kelamin wanita berbau busuk.

  • Perdarahan

    Sel-sel kolumnar erosi serviks (leher rahim) rapuh dan mudah patah dapat menyebabkan perdarahan. Biasa terlihat setelah hubungan seksual. Pada wanita hamil yang mengeluh perdarahan ringan pada awal kehamilan atau adanya cairan di alat kelamin wanita bernoda darah (cokelat, hitam atau merah), maka dipertanyakan mengenai hubungan seksual sebelum perdarahan.

  • Gejala Lain Erosi Serviks (Leher Rahim)

    Seperti sakit punggung, sakit kronis dan bahkan ketidaksuburan karena erosi serviks (leher rahim). Akan tetapi kemungkinan ini adalah gejala infeksi panggul (pelvic) kronis yang kemungkinan muncul bersamaan dengan erosi serviks (leher rahim).

  • Pemeriksaan

    Area erosi serviks (leher rahim) terlihat sebagai permukaan merah dan terang disekitar mulut serviks (leher rahim). Memanjang didalam serviks (leher rahim).

>>>konsultasi lebih lanjut<<< [klik disini untuk konsultasi dengan dokter]
Gejala Utama Erosi Serviks (Leher Rahim)

Gejala utama erosi serviks (leher rahim) adalah bercak merah yang meradang di leher serviks. Akan tampak merah dan meradang karena sel-sel kelenjar berwarna merah dan mudah teriritasi. Gejala lain yang kemungkinan dialami wanita meliputi:

  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Perdarahan selama atau setelah berhubungan seks
  • Keluarnya lendir
  • Bercak antar periode menstruasi

Beberapa wanita hanya akan memiliki gejala ringan sementara yang lain mengalami ketidaknyamanan yang lebih parah. Erosi serviks (leher rahim) sering tidak menimbulkan gejala sama sekali namun dapat menyebabkan beberapa ketidaknyamanan seperti:

  • Sejumlah besar cairan alat kelamin wanita
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual
  • Spotting darah

Gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh kondisi lain juga maka segera lakukan konsultasikan dengan dokter.

>>>butuh bantuan chat online<<< [klik disini untuk konsultasi dengan dokter]

Segera Konsultasikan Pada Klinik Utama Sentosa

Klinik Utama Sentosa adalah klinik spesialis penyakit kelamin yang memiliki peralatan atau alat-alat medis yang sudah modern dan canggih dan bertaraf nasional. Dan ditangani oleh para dokter yang sudah ahli didalam bidangnya, selain itu biaya perawatan yang sangat terjangkau. Lokasi klinik yang sangat strategis yang berada di Jakarta Indonesia. Sangat mengutamakan kepuasan dan kesembuhan setiap pasiennya dengan memprioritaskan pasiennya nomor 1 dalam setiap pelayanannya.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit menular seksual (PMS) lainnya segera hubungi hotline kami di nomor 0813 6262 1616.

Klinik Utama Sentosa adalah salah satu klinik spesialis penyakit kelamin yang berada di Jakarta, Indonesia. Menangani setiap permasalahan penyakit kelamin seperti penyakit menular seksual (PMS), infeksi menular seksual (IMS), Andrologi dan Ginekologi. Didukung oleh dokter ahli dan peralatan medis yang modern guna membantu proses perawatan penyakit kelamin .

RESERVASI ONLINE







Jl.Raya boulevard timur blok ND1 No 53 kelapa gading,Jakarta utara
Telepon : 081362621616
Jam Buka : Senin - Minggu
Pukul : 09:00 s/d 21:00 WIB
copyright © 2016 Klinik Sentosa all right reserved