Apa Yang Menjadi Bahaya Untuk Penyakit Phimosis?

Phimosis dapat bersifat kongenital. Phimosis kongenital tidak diketahui penyebabnya. Phimosis yang didapat bisa merupakan hasil dari satu atau lebih seperti:

  • Pebersihan yang buruk
  • Memaksa kulup dibelakang kepala (glans) alat kelamin pria
  • Luka
  • Kulup yang terinfeksi dapat menyebabkan infeksi kelenjar• Paraphimosis atau ketika kulup disembunyikan dari belakang kelenjar karena retraksi yang kuat dan tidak dapat dibawa kembali untuk menutupi kelenjar
  • Retensi urine
  • Karsinoma penis
  • Diabetes (kencing manis) tipe 2 atau phimosis dengan fisura preputial adalah prediksi diabetes (kencing manis) tipe 2 pada pasien yang sebelumnya tidak didiagnosis dengan diabetes (kencing manis)
  • Stenosis meatal atau penyempitan pembukaan alat kelamin pria

  • >>>informasi lebih jelas mengenai bahaya phimosis [klik disini Untuk Konsultasi]
    Kemungkinan Yang Terjadi Atau Komplikasi Penyakit Phimosis
    • Cincin preputial yang sempit dapat meningkatkan risiko infeksi. kencing dapat terganggu dan retensi urine akut dapat terjadi

    • Selalu hindari retakan keras (paraphimosis) konsekuensinya adalah perubahan warna kebiruan dan pembengkakan kelenjar. Paraphimosis adalah keadaan darurat yang membutuhkan pembedahan atau operasi

    • Paraphimosis (kulup alat kelamin pria yang terjebak dibawah kelenjar dan terjadi pembengkakan dan nyeri pada kepala (glans)

    • Balanitis (peradangan pada kulup dan peradangan pada kepala (glans) alat kelamin pria) rekuren

    • Balanoposthitis (peradangan kulup dan peradangan pada kepala atau glans alat kelamin pria)

    • Mempersempit pembukaan saluran kencing

    • Infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi pada salah satu bagian dari sistem urine, ginjal, kandung kemih dan uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih keluar lingkungan luar tubuh)

    Phimosis lebih sering terjadi pada anak laki-laki dan kemungkinan juga akan terjadi pada pria yang lebih tua.

    >>>Konsultais Lebih Lanjut [klik disini Untuk Konsultasi]
    Faktor Risiko Untuk Phimosis Kemungkinan Termasuk:
    • Trauma
    • Infeksi bakteri seperti balanitis
    • Kebersihan yang buruk
    • Retraksi paksa kulup
    • Infeksi kulup yang sering
    • Infeksi saluran kemih yang sering

    Masalah kronis phimosis yang didapat dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit saat berhubungan seksual dan bahkan buang air kecil (BAK atau kencing). Buang air kecil (BAK atau kencing) menjadi sangat menyakitkan. Bahkan dapat berhenti sama sekali. Dapat mengancam jiwa bagi penderitanya. Perawatan sedari dini akan membantu untuk kondisi yang lebih baik lagi dan terhindar dari semua ketidaknyamanan dan semua komplikasi kesehatan.

    >>>butuh bantuan chat online [klik disini untuk konsultasi dengan dokter]

    Segera Konsultasikan Pada Klinik Utama Sentosa

    Klinik Utama Sentosa adalah klinik spesialis penyakit kelamin yang memiliki peralatan atau alat-alat medis yang sudah modern dan canggih dan bertaraf nasional. Dan ditangani oleh para dokter yang sudah ahli didalam bidangnya, selain itu biaya perawatan yang sangat terjangkau. Lokasi klinik yang sangat strategis yang berada di Jakarta Indonesia. Sangat mengutamakan kepuasan dan kesembuhan setiap pasiennya dengan memprioritaskan pasiennya nomor 1 dalam setiap pelayanannya.
    Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit menular seksual (PMS) lainnya segera hubungi hotline kami di nomor 0813 6262 1616.

    Klinik Utama Sentosa adalah salah satu klinik spesialis penyakit kelamin yang berada di Jakarta, Indonesia. Menangani setiap permasalahan penyakit kelamin seperti penyakit menular seksual (PMS), infeksi menular seksual (IMS), Andrologi dan Ginekologi. Didukung oleh dokter ahli dan peralatan medis yang modern guna membantu proses perawatan penyakit kelamin .

    RESERVASI ONLINE







    Jl.Raya boulevard timur blok ND1 No 53 kelapa gading,Jakarta utara
    Telepon : 081362621616
    Jam Buka : Senin - Minggu
    Pukul : 09:00 s/d 21:00 WIB
    copyright © 2016 Klinik Sentosa all right reserved